Sabtu, 08 September 2007

Tank Mate

Pemilihan jenis-jenis tank mate

Dalam pemilihan tank mate / ikan yang akan di taruh dalam aquarium bersama-sama arowana haruslah tepat. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah;

  1. Ikan haruslah jenis ikan pemakan segala
  2. Ikan yang kuat dalam segi fisik/tidak gampang terserang penyakit atau berpotensi sebagai carrier.
  3. Ikan yang tidak terlalu agresif
  4. Ikan yang berenang di bagian tengah atau bagian dasar aquarium
  5. Jika ikan yang diberikan adalah ikan yang termasuk predator, carilah yang berukuran lebih kecil dari arowana

Ikan yang biasanya diberikan oleh para hobbies adalah ikan kaviat, silver dollar, paku-paku, sapu-sapu, bottia macrachanta atau synodontis.

Kaviat, silver dollar dan paku-paku adalah jenis ikan yang berenang di bagian tengah dan kerap kali kepermukaan air untuk mengambil makanan. Namun tidak menutup kemungkinan juga berenang kedasar. Karena bentuknya yang relatif tebal membuat arowana tidak bisa memakan jenis-jenis tersebut. Meski terkadang terjadi kejar mengejar, namun tidak sampai termakan oleh arowana karena ikan jenis-jenis tersebut termasuk perenang yang sangat cepat dan gesit.

Sapu-sapu, bottia macrachanta dan synodontis adalah jenis ikan yang suka berenang di dasar. Sapu-sapu biasanya dimaksudkan agar membersihkan algae/lumut di dasar atau dinding-dinding kaca aquarium. Sedangkan bottiia macrachanta & synodontis agar membersihkan sisa-sisa makanan atau kotoran arowana yang ada didasar.

Jumlah tank mate

Tank mate janganlah terlalu banyak. Biasanya untuk 1 ekor arowana di berikan 1 ekor sapu-sapu/synodontis/bottia macrachanta dan 2 ekor kaviat/silver dollar/paku-paku tergantung mental dari arowana. Terkadang pemberian tank mate yang terlalu banyak dapat menyebabkan arowana stress. Terutama untuk jenis ikan kaviat. Karena kaviat bisa dibilang ikan yang cukup agresif gaya renangnya.

Manfaat & kelemahaan tank mate

Pemberian tank mate dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan & agresifitas arowana sebagai ikan buas. Tank mate juga bermanfaat untuk membersihkan sisa-sisa makanan atau pun kotoran arowana yang mengapung maupun mengendap didasar.

Adapun efek-efek negatif yang dapat ditimbulkan akibat pemberian tank mate adalah arowana dapat mengalami stress (bagi yang bermental tidak baik), tertular penyakit atau mata turun/drop eye karena sering melihat tank mate di dasar aquarium. Oleh karena itu hal-hal yang sudah di jelaskan diatas harus benar-benar diperhatikan, mulai dari pemilihan jenis tank mate sampai jumlah tank mate.

Tanning

Tanning, begitu sebutan para hobbies terhadap salah satu trik menigkatkan warna arowana ini. Tanning biasanya dilakukan di aquarium dengan menggukan lampu yang memiliki spectrum UV A & B yang tinggi dan dengan intensitas 10.000 kelvin - 16.000 kelvin. Biasanya dilakukan menggunakan lampu 30wt-40wt, tergantung besar aquarium. Merek yang sering digunakan adalah NAN (lampu ini dapat di celup ke dlm air), Sylvania dan merek-merek lain yang memiliki spec kurang lebih sama. Penempatan lampu harus sejajar dengan daerah renang ikan, misalnya 5 cm - 10 cm dibawah permukaan air (karena arowana adalah ikan yang suka berenang di bagian atas dekat permukaan). Atau dapat juga diletakkan di dasar aquarium. Namun cara ini dapat menyebabkan mata ikan turun/drop eye. Tanning harus dilakukan tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Jika kurang, warna menjadi kurang tegas. Jika berlebihan, ikan akan terlihat gosong/kehitaman. Untuk mengatasi terjadinya kegosongan, kita dapat memasang timer (dapat diperoleh di toko-toko elektronik). Setelah beberapa bulan, warna arowana akan mulai terlihat lebih tegas sehingga keindahannya pun mulai nampak.

Memberi Makan Arowana

Berikan potongan atau makanan yang besar terlebih dahulu, namun sesuai dengan ukuran mulut arowana. Karena arowana akan selalu berusaha mengunyah/menelan makanan yang paling pertama didapat.

Sistem sump filter


Sistem ini dianggap yang terbaik diantara sistem filtrasi lainnya. Sump filter adalah sistem filtrasi dengan menggunakan aquarium ke 2 dengan ukuran kecil yang di letakkan dibawah /dikolong meja aquarium utama. aquarium kecil tersebut berfungsi sebagai filter box. Aquarium utama harus dilubangi sebelum dipasangkan pipa untuk mengalirkan air ke ujung aquarium kecil dibawahnya yang kemudian air bersih akan dikembalikan lagi ke aquarium utama dengan mesin powerhead. Dengan mengandalkan grafitasi, sistem ini mampu menyedot kotoran dari bawah. Sump filter sangat mudah untuk dibersihkan karena letaknya yang mudah dijangkau. Untuk menjaga keindahan aquarium, kolong/meja aquarium dapat di tutup sehingga aquarium filter dibawahnya tidak terlihat.

Sistem Filter External (Canister)



Sistem filter external canister adalah sistem filter yang ter mahal. Kenapa dikatakan yang termahal? Karena sistem ini membutuhkan satu mesin pompa yang disebut canister dan canister ini harganya cukup mahal berkisar 1,5 juta sampai 3 juta rupiah. Adapun keunggulan dari sistem ini adalah kemudahan kita untuk membersihkan, menguras dan mengganti media filter. Namun kinerja dari filter ini dinilai kurang maksimal untuk aquarium berukuran 150 cm dan 200 cm.

Sistem Filter Samping


Sistem filter samping adalah yang paling umum dijumpai. Mungkin karena sistem ini dinilai cukup baik. Kelebihan dari sistem filtrasi ini adalah, kotoran di bagian bawah dapat tersedot dengan cukup baik. Untuk mengganti media pun cukup mudah. Namun kekurangan dari sistem ini adalah, sangat sulit membersihkan kotoran-kotoran yang menempel di dinding kaca. Hal tersebut disebabkan karena sempitnya ruang gerak dan cukup dalam. Kelemahan lainnya adalah, aquarium kurang indah dipandang karena aquarium terlihat jelas dari depan terbagi menjadi 2 bagian.

Sistem Filter Atas / Top Filter


Sistem filter atas adalah salah satu sistem filtrasi yang sering digunakan oleh para hobbies. Sistem ini mempunyai kelebihan, yaitu mudah untuk membersihkan / mengganti media kapas karena tempatnya yang diatas aquarium. Namun system ini memiliki kelemahan, yaitu kotoran yang menempel di dasar. Jika menggunakan sistem filtrasi ini, di sarankan agar menggunakan mesin pompa/power head yang cukup besar untuk menyedot air ke filter box.